Saatnya Berbagi #1

Aku bekerja di sebuah perusahaan dengan banyak unit, bahkan sub unit. Kesemuanya membangun sinergi yang utuh, saling mendukung dan saling membutuhkan. Meski demikian, tidak semua unit dapat mengukur keberhasilannya di ujung tahun ini, karena seringkali kami justru gagal menetapkan cara menghitungnya.

Namun, hal yang paling indah adalah ketika unit kita dikatakan berhasil. Terlepas, apakah hasil itu beranjak dalam keberhasilan kita mengucurkan keringat, meneteskan darah dan menyisihkan kelelahan. Terlepas, apakah hasil itu hanya keberuntungan, karena tanpa kita melakukan apapun yang berarti, hasil itu pasti dicapai.  Terlepas, bahwa seringkali yang kita lakukan justru tidak nyambung dengan hasil yang kita peroleh.

Namun, hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah proses belajar yang tidak boleh pernah berhenti. Para pemuka agama dan orang-orang bijak selalu berkata tentang kondisi hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan esok hari harusnya lebih baik dari hari ini. Itu hanya dapat diperoleh dari belajar untuk terus memperbaiki pekerjaan kita, hingga memperoleh yang terbaik.

Jika Anda berhasil hari ini.  Jika unit Anda mempersembahkan prestasi terbaik hari ini, di ujung tahun ini adalah saatnya Anda berbagi. Bagi kepada kami, bagaimana Anda bisa berhasil agar kami bisa belajar seperti Anda. Bagi kepada kami, bagaimana Anda bekerja, hingga kami bisa berguru pada Anda. Karena keberhasilan pastinya tidak diperoleh dengan keberuntungan, maka keberhasilan mestinya adalah sesuatu yang direncanakan. Keberhasilan pastilah dapat ditelusur asal jalannya hingga sampai pada titik yang paling ujung. Bukan begitu sahabat? Nah, berbagilah, karena Anda bukanlah orang kikir yang tidak berkenan berbagi bukan?

Jika Anda bukanlah orang yang berhasil hari ini, tetaplah berbagi. Karena pastilah telah bekerja dengan sangat keras, meneteskan keringat dengan sangat deras, meski tak cukup timbangan untuk menetapkan Anda dianggap berhasil. Berbagi ilmu untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Berbagi pengalaman agar kita tidak menempuh jalan yang sama.

bersambung ke Saatnya Berbagi #2

18 Komentar »

  1. achuz said

    orang bijak mengatakan “kita hanya wajib berusaha dan terus berusaha ,dan hasil dari usaha kita tidak wajib utk berhasil karena perkara hasil adalah Hak Mutlak Allah Swt.”

    • moumtaza said

      ini dia komentar yang saya tunggu🙂. Thanks ya Oom

  2. tISna said

    Saya ingin berbagi, tapi saya juga bingung apakah saya berada di unit yang berhasil atau tidak ?? karena tidak pernah ada pengakuan secara legal yang merupakan bukti kita telah berhasil. dan kalau berhasil dikatakan hanya kebetulan. yang jelas memang belajar jangan pernah berhenti itulah kata kuncinya saya setuju dengan dik Mounteza TKS

    • moumtaza said

      he he he, kan saya sudah tulis Kang, mau berhasil mau gak berhasil, nu penting sharing …🙂

  3. harry pribadi said

    persepsi berhasil itu hal yang relatif berbeda satu sama lain. Keberhasilan menjadi “beginner” mungkin lebih indah bagi sampeyan daripada yang lainnya.

    • moumtaza said

      tega banget Mas … beginner … mbok pioneer😛

  4. D said

    Hehe.. aku baru nulis soal yang nyangkut-nyangkut tulisan ini di blog telkom. Akhir tahun memang saat paling pas untuk refleksi dan evaluasi.

  5. GusHar said

    Hidup ini hanya milik Tuhan. Manusia tidak bisa menentukan apapun. Manusia hanya merencanakan. Agar bisa mencapai rencana itu, maka perlu mengetahui bagaimana cara Tuhan menyampaikan pada tujuan yang telah direncanakan.
    Tuhan telah sediakan berbagai macam cara (halusnya ; Ilmu) agar kita sampai pada rencana kita. Setiap cara Tuhan ada konsekwensinya. Bila pilih cara A, hasilnya x dan resikonya y. Bila pilih cara B, hasilnya z, resikonya w. dan lain sebagainya.
    Tuhan Maha pengasih & Penyayang, seluruh cara (Ilmu) Tuhan itu diberitahukan kepada manusia. Tidak ada yang disembunyikan, karena Tuhan Maha Pengasih & Penyayang. Ada cara Tuhan yang diberitahukan kepada seluruh manusia. Ada yang sebagian besar manusia diberitahu. Ada sebagian kecil manusia yag diberitahu. Ada pula hanya manusia tertentu yang diberitahu.
    Kalaupun dalam kitab Sucinya Al-Quran, Tuhan telah sampaikan bahwa sedikit orang yang tahu, artinya tidak ada yang Tuhan sembunyikan. Hanya kadang-kadang manusia salah menafsirkan ayat kitab Suci itu dengan mengambil kesimpulan hanya Tuhan yang tahu dan beranggapan bahwa tidak ada manusia yang tahu. Buat apa Tuhan sembunyikan cara-Nya, sehingga manusia tidak ada yang tahu??? Lalu apa kehebatan Tuhan, bila manusia tidak mengetahuinya??? Tuhan menciptakan manusia, agar Dia dikenal. Hanya manusia yang bisa mengenal-Nya.
    Kalau rencana manusia tidak bisa dicapainya, itu karena manusia memilih cara yang membuat dirinya menjauhi rencananya. Tuhan tidak pernah berbuat dhalim pada manusia, hanya manusialah yang telah berbuat dhalim pada dirinya dengan memilih cara yang menimbulkan resiko merugikan dirinya. Oleh karena itu kenalilah cara-cara Tuhan dalam mencapai rencana manusia.
    Mohon maaf, kalau erkesan mengurui……..

    • moumtaza said

      suwun Pak …🙂, saya memang tengah berguru

  6. BER said

    Seseorang bisa memberi tanpa kasih, tetapi seseorang tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Amy Carmichael. Maka marilah kita berbagi seperti yang dikatakan oleh Mas Prio.

    • moumtaza said

      thanks Pak Ber. saya jadi ingin nulis tentang “Seseorang bisa memberi tanpa kasih, tetapi seseorang tidak bisa mengasihi tanpa memberi”

  7. ratnowae said

    Ass wr wb,
    Kalau kita mau berlaku bijak, berbagi itu tidak harus keberhasilan saja, tapi juga kegagalan kita.
    Tujuannya jelas :
    klw kita berhasil, orang lain bisa napak tilas dan belajar bagaimana kita bisa berhasil.
    Klw kita gagal, biar orang lain tidak terperosok dengan apa yang kita lakukan.
    Tentu semua ada hikmahnya.
    Berbagi itu sedekah
    INNAMA’AL ‘USRI ‘USRAA [Q.S Insyirah]
    Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
    Wss wr wb

    • moumtaza said

      🙂 matur nembah nuwun Mas Ratno. “sungguh bersama kesulitan (3usro) terdapat kemudahan (yusro). Umar al Farouq pernah berkata, bagaimana engkau bisa ketakutan pada sebuah kesulitan, sedang ia diapit oleh dua kemudahan?

  8. Bari said

    Sebagai insan yang banyak memiliki kelemahan dan keterbatasan dalam melaksanakan suatu kegiatan tentunya akan sulit untuk bisa membahagiakan semuanya, ukuran pribadi keberhasilan hanya bisa dirasakan bila dapat menyumbangkan hasil karya yg berguna walaupun dalam unit terkecil.
    Semoga setiap langkah kita mendapat ridho Allah SWT. Amiiin.

  9. […] dalam Artikel, Smara Karya ·Bertanda catatan, tahun baru Saya berharap, ketika menulis Saatnya Berbagi #1, saya juga akan memulai sebuah hal : membuat catatan tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan […]

  10. agus triyanto said

    Kita harus selalu siap dan iklas dalam menjalankan tugas

  11. Teungku Chi'k Samudera Pasai said

    “Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan, ALLAH memerintahkan kepada HambaNYA, untuk “BerIman dan Beramal Shaleh” supaya menjadi Manusia yang Bertaqwa. Dalam Beramal Ibadah, yang dilihat Bukan Hasilnya, melainkan Proses yang dilakukannya, serta berdo’a Kepada ALLAH, untuk mencapainya. Karena Hasil yang hakiki, itu ditentukan oleh ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: