Hidup adalah Perjuangan

Hari kedua long weekend kali ini, kami memilih ngabeudahkeun balong di Pasawahan, setelah kemarin mancing dengan para sahabat di Klari.  Ngabeudahkeun balong adalah menguras kolam atau tepatnya menyusutkan air kolam dan menggantinya dengan air baru. Tujuannya bisa beragam, namun kali ini Mang Haji Eli memang ingin membersihkan balong dari ikan nila yang menurut para pemancing adalah pengganggu.

Kami sekitar berdua puluh orang, termasuk Ummu Moumtaza dan duo Moumtaza menikmati bermain air kolam yang kotor, memunguti ikan-ikan nila kecil, udang dan hujan-hujanan. Usai itu, kembali berjamaah menyantap sate dan ikan bakar juga goreng dengan sambal khas Sukarata yang nyamleng pedesnya. Dari siang, usai sholat Jumat hingga adzan Maghrib mendayu di antara rinai hujan dan angin sawah.

Namun, kutemukan hal lain di sana. Di antara air balong yang menyusut, ikan-ikan kecil itu justru berenang ke arah tempat yang lebih tinggi. Melawan arus air yang terbuang. Aku tercenung. Mereka seperti tengah mengajari hidup dalam kehidupan yang tidak selalu mudah. Ya, ikan-ikan kecil itu terus saja bergerak ke tempat yang lebih tinggi dan tidak bersedia begitu saja untuk hanyut dan terbawa arus. Duh, Allah demikian kuasa memberikan mereka naluri kepada ikan-ikan kecil yang bahkan sekali timpuk langsung menggelepar. Aku? Manusia yang diciptakan dalam kesempurnaan (QS – 95:4) justru lebih sering terperosok ke dalam asfalaa saafiliin.

Terima kasih, ya Allah, yang mengajarkanku hidup dari ikan-ikan kecil itu …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: