mencintaimu adalah membiarkanku lara

 

mencintaimu adalah membiarkan tanganku tertusuk duri
karena engkau adalah mawar dengan tumpuk kelopak keindahannya

mencintamu adalah membiarkan mataku silau oleh cahya
karena engkau adalah matahari pagi dengan percik hangat cinta

mencintaimu adalah membiarkan nafasku tersekat di ujung kehidupan
karena engkau adalah hawa yang memenuhi angkasa jiwa

————-

 

puisi di atas adalah puisi yang tercipta spontan saja untuk seorang kawan yang membutuhkannya. sebuah puisi spontan ternyata dapat lebih jujur bertutur. tidak dibuat-buat, bahkan didustakan. moga-moga seperti adanya.

hal yang justru menarik adalah interpretasi seorang sahabat tentang puisi itu ketika puisi kushare. justru bukan tentang cinta, tapi soal perjuangan untuk menggapainya.

ya, aku sepakat, bahwa puisi itu memang puisi cinta. namun dalam interpretasi umum, itu adalah puisi tentang perjuangan menggapai mimpi …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: