Resonansi

Sebenarnya apa yang akan kutulis ini tidak ada di materi pelatihan Service Quality : Awarness and Readiness pagi ini. Pelajaran resonansi yang dahulu pernah kuperoleh di kelas 2 SMP tiba-tiba mengemuka ketika di awal sesi dilaksanakan sebuah game : Great Applaus Game.

Game ini menyatukan dua orang berpasangan untuk bertepuk tangan sendiri dan dilanjutkan dengan bertepuk tangan bersama (menyatukan dua tangan) seperti tengah main pok ame-ame. Peraturan yang justru menjadi tantangan permainan ini adalah jumlah tepuk tangan berubah dari 1 kali, 2 kali, 3 kali, kembali ke 2 kali, 1 kali, dan naik lagi seterusnya. Kami berdelapan pasang, dikompetisikan untuk dapat bertahan paling lama dengan frekuensi tepuk tangan yang paling cepat. Sebuah tim langsung gugur di tepukan kedua, beberapa lainnya menyusul dan tinggal tim kami yang tersisa. Kebetulan aku bersama salah seorang instruktur, karena tidak mendapat pasangan dari sesama peserta.

Saat latihan, sebenarnya kami tidak kompak. Selalu salah ketika tepukan keempat atau memasuk tepuk tangan 2 kali setelah 3 kali. Namun, selama kompetisi, kami justru kompak. Dan aku menemukan jawabannya : resonansi.

Resonansi adalah peristiwa turut bergeraknya atau bisa juga berbunyinya sebuah benda bersamaan dengan benda lain karena persamaan frekuensi. Saat latihan, aku memaksakan bertepuk tangan sendiri tanpa memperdulikan pasanganku. Justru ketika kompetisi, aku ‘mengalah’ untuk menyamakan irama dan membiarkan pasanganku yang mengendalikannya. Aku mencoba menyamakan frekuensiku dengan dia.

Pelajaran besar yang kutangkap hari ini adalah (pertama) harus ada sumber gerak dan sumber suara untuk sebuah pergerakan besar dan di sinilah pentingnya pemimpin. (kedua) Harus ada kesediaan untuk menyamakan frekuensi agar gerak dan suara bisa terjadi bersama-sama. Sekali lagi, harus ada kesediaan untuk mengalah bahkan, karena bisa jadi frekuensi tiap kita berbeda. Artinya pula, harus ada upaya sungguh-sungguh untuk membiarkan frekuensi itu sama. Bisa jadi, pemimpin yang harus menurunkan frekuensinya. Bisa jadi anggota tim yang harus menaikkan frekuensinya. Bahkan bisa jadi, keduanya harus berubah bersama-sama untuk sama.

(ketiga dan ini sangat penting) Haruslah ada keinginan untuk berubah dan bersama menyuarakan perubahan itu kepada seluruh dunia. Hal kecil yang dimulai dari tiap diri, boleh jadi akan menjadi hal besar jika dilakukan bersama-sama.

 Resonansi adalah penyakit menular. Resonansi adalah virus yang mewabah. Resonansi adalah juga jutaan riak yang bergerombol menjadi ombak untuk mampu meruntuhkan karang.

Mari beresonansi …

image : http://www.echoes.org/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: