Berani Kalah

m-P1060177

Zulfa, sang Sulung, Jumat malam itu bercerita tentang bazaar buku di sekolahnya, SDI Al Ghozali.

“Pa, ada buku-buku karya anak-anak. Kecil-kecil punya karya. Aku besok mau beli, ah. Pinjam uang Papa dulu, ya”.

Aku tersenyum. Zulfa memang berbeda dengan adiknya Kya. Ketika mereka mendapatkan uang Lebaran dari Kakek dan Mbahnya, juga Budenya, Kya langsung sudah merencanakan membeli mainan dan baju renang. Kakaknya justru minta diantar ke Gramedia untuk membeli buku. Dan kali ini, ketika uang tabungannya masih tersisa, dia justru mau pinjam uang dulu ke Papanya.

Esoknya, Sabtu, ketika aku menjemput mereka dari sekolah, Kakak mengajakku ke bazaar itu dan memilih beberapa buku cerita. Pilihannya adalah Chocolate Milk yang dikarang oleh Penulis Kumpulan Cermen Termuda yang dikukuhkan MURI. Namanya Qurrota Aini (biasa dipanggil Aini). Penulis belia yang lahir 25 Maret 1997 itu telah menulis empat buku hingga tahun 2008 lalu. Luar biasa.

Ketika tengah memilih itulah, aku sempat membaca cerpen pertama di buku itu. Judulnya Berani Kalah. Bertutur tentang sekelompok anak sekolah yang mengikuti Lomba Agustusan (istilah ini digunakan Aini di bukunya), yakni tarik tambang.

Berani Kalah bertutur dengan sangat lugas, bagaimana keberanian juga diperlukan untuk menghadapi kekalahan, termasuk ejekan, kata-kata hinaan dan sejenisnya. Namun, keberanian untuk menerima kekalahan sama sekali tidak menyebabkan Shira (tokoh utama dalam Cerpen itu) dan kawan-kawannya menyerah tanpa usaha. Shira bahkan rela berlecet-lecet tangan ketika berlomba.

——————————

Aini tengah mengajari kita banyak hal, terutama untuk bersiap menerima kekalahan. Aini menyadarkan kita, bahwa menerima kekalahan menunjukkan betapa kita tetap rendah hati untuk menerima keadaan, bahwa orang lain lebih baik. Menerima kekalahan seharusnya membuat kita malu ketika kita merasa harus selalu menang dan memilih cara apapun untuk selalu menang …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: