Nasi Liwet Neng Haji Ida

Malam ini malam terakhir (kayak lagunya Om Rhoma) … maksudnya malam terakhir aku cuti, dan besoknya mulai kerja. Anak-anak baru Kamis masuk sekolah dan usai sudah tradisi Idul Fitri yang kami lewati. Namun ada yang terlewat, kami belum sempat mayoran (tradisi makan bersama di Sunda, terutama Purwakarta dan menu yang kami pilih adalah nasi liwet.

Nasi liwet kami gelar di atas daun pisang utuh, dua lembar, karena ada sekitar 10 anggota keluarga, termasuk duo Moumtaza yang ikut mayoran. Kali ini lauknya adalah ikan asin oleh-oleh dari Batang yang diolah dengan bumbu cabe merah. Ditambah ikan gurame yang dibawa dari Tasik oleh Kakek Haji Eli. Tentu saja dilengkapi sambel merah yang huuuaaah pedesnya.

nasi_liwet

asin

gurame

sambel

1 Komentar »

  1. SR4Y4 Lw4t said

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal,… WAH MAKANAN KESUKAAN SAYA….. Jangan lupa kapan2 Berkunjung kesini

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: