Kya Tidur Sendiri

Idul Fitri adalah momentum. Dan pilihan momentum yang dipilih Zakya, bungsu kami, adalah tidur sendiri, pisah dari Kakaknya, Zulfa. Dalam sebuah kesempatan saat mudik di rumah Mbahnya kemarin, Kya membisiki Umounya,

“Ma, Ade mau bobok di kamar sendiri ah, di kamar belakang”.

Dan Ahad kemarin, sepulang mudik, kami beres-beres kamar depan dan belakang. Beberapa perabot Kya pilih sendiri : meja belajar, lemari pakaian dan beberapa lainnya. Jadilah kami yang repot, karena perabot yang dipilihnya justru yang memerlukan pengangkutan.

Malam Senin kemarin, Kya tidur sendiri. Sebelum tidur, dia bisikkan lagi sesuatu pada Umounya,

“Ma, satu dua malam, Kya dikawani dulu, baru ditinggal ya ..”

Aku cuma tersenyum. Kya memang agak berbeda. Beberapa kali dia mengaku melihat makhluk lain, dan karena itu agak terganggu jika tidur, dan Umounya agak maklum soal itu. Makanya dia masih dikawani dulu.

Tidur terpisah baginya agak terlambat memang, 7 tahun. Kakaknya, bahkan di usia 4 tahun telah tidur terpisah. Mungkin juga karena Abounya memaksa …😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: