Hari 1 Shaum Kerjaku

Catatan # 4 tentang Ramadhan

Hari Senin tadi adalah hari pertama kerja di bulan Ramadhan ini. Menjadi berbeda, karena kini aku bekerja di Cibitung. Usai sholat subuh jamaah di masjid, Sabtu dan Ahad lalu aku memilih tidur. Tapi tidak hari Senin tadi. Pukul 05.30, usai mandi dan bersiap kerja, aku diantar Nyonya ke depan gang untuk nunggu bus. Agak lama dan selalu penuh. Maklum hari Senin.

Lewat beberapa menit dari pukul 06.00, bus baru lewat lagi, itupun sangat penuh. Aku gak peduli dan langsung naik. Berdiri, bahkan berdesak-desakan. Sabar … sabar … sabar, karena ada kewajiban yang harus ditunaikan. Di depan pintu keluar, aku duduk di bawah, menyandar kepala ke bangku dan mulai tertidur. Nyenyak? Gaklah !

Menjelang pukul 08.00 baru nyampe kantor. Lumayan, tidak terlambat.

………………………………………..

Pukul 16.20, aku jalan pulang, mbonceng Pak Agus ke tol Bekasi Timur. Di sana, ada bis yang akan membawaku pulang ke Purwakarta. Sepi, tidak seperti tadi pagi. Kami hanya berempat penumpang dalam bus jurusan Bandung. Tidur lagi deh …

Namun, adzan maghrib justru berkumandang di Sadang. Jalanan macet, entah ada apa …

………………………………………..

Ini bukanlah keluh kesah. Ini adalah cerita, yang mungkin dirasakan banyak orang, para pekerja di daerah sub urban. Ramadhan tetaplah indah bagiku, karena istri tercinta masih menungguku untuk menyantap hidangan buka sore ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: