Zakya Kekenyangan

Catatan #3 tentang Ramadhan
baju zakya
Masih tentang shaumnya Zakya. Hari ini hari kedua, dan dia masih agak sulit beradaptasi dengan lingkungan shaumnya. Usai sholat dhuhur jamaah bareng Ummunya, dia bilang ke Ummunya, “Ma, pokoknya Kya mau makan banyak. Biar kekenyangan juga.”

Sebenarnya kami telah mencoba mengalihkan perhatiannya dari makan. Siang kuajak dia dan Kakaknya jalan-jalan nyari engsel senduk untuk lemari pakaiannya dan ke toko obras untuk baju muslimah yang dibuat Ummu untuknya. Tapi, usai pulang, justru rewelnya soal makan malah makin menjadi. Untung sebentar lagi ashar.

Menjelang beduk ashar, dia mandi bersiap untuk mengikuti pesantren kilat di dekat rumah. Langsung sholat ashar dan tidak mau menunggu Kakaknya berangkat bareng. Dengan memakai baju barunya dan menenteng tas kebanggaannya dia berangkat. Alhamdulillah …

Dan ketika tiba giliran berbuka, dia langsung menyantap tiga buah martabak asin (isinya telur dan tahu). Usai itu langsung menyantap makan besar. Lauknya, ikan tongkol goreng dan pecel tempe khas keluarga Batang plus martabak asin, tentu saja. Penutupnya luar biasa, bubur biji salak plus es sirup. Total sampai menjelang tidur barusan, dia menyantap 13 potong martabak asin.

Duh, aku tidak bisa banyak berkomentar. Shaum Zakya hari ini adalah cerminan shaumku di masa kanak-kanak dulu …

3 Komentar »

  1. Zhoya said

    marhaban ya ramadhan🙂

    • moumtaza said

      syukron Bang …

  2. iqoet said

    Mangga jatuh ga jauh dari pohonnya

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: