Kusuai Senja Syaban di Jalan

Catatan #1 tentang Ramadhan

Senja terakhir bulan Syaban kali ini kulewati di jalan. Adzan maghrib yang menandai berakhirnya bulan Syaban mendayu di antara deru mobil angkot yang membawaku pulang dan Ramadhan yang agung kusambut dalam diam, dalam gumam hamdallah dan istighfar berkepanjangan.

Maghrib pertama di bulan Ramadhan kulewati bersama dua sahabatku di mushola kecil di kantor lamaku. Sebuah perjumpaan kecil yang berujung dalam jamaah sholat. Terima kasih, sahabat, telah menungguku maghrib itu.

Dalam rinai tangis pertamaku di bulan Ramadhan, aku yang terjerembab di sudut waktu, penuh dosa, penuh noda, bagai seonggok sampah, mencoba bangkit dan tidak putus asa dari rahmat Allah yang lebih luas dari semesta.

Sahabat, aku datang membawa khilaf diri, tukar dengan maafmu, hingga dapat kumasuki Ramadhan ini dalam suci diri …

terapungsendiri

2 Komentar »

  1. Ramadhan menyambutmu Abu..

    note:
    maaf abu, aku bakal rajin komen.. abu jangan terganggu yaa, ga usah kunjungan balasan juga gpp.. karena aku emang tukang komen [D sudah pasrah dengan komen”ku…]😛

    • moumtaza said

      he he he … but mengunjungi balik ke nakjadimande membuatku ingin ke sana …

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: