Wibisana dan Kumbakarna

… meski dalam sakit menggigit, aku merasa perlu menulis catatan ini, sebuah catatan yang juga pernah ditulis seorang sahabat, tentang dua pahlawan dengan nilai-nilai yang berbeda …

wy-raden-wibisanaWibisana, adik bungsu Rahwana atau Dasamuka memilih menyeberang dari Kakaknya kepada Rama. Wibisana mengenal benar bahasa kebenaran, dan bahasa itu adalah bahasa yang dimiliki semua bangsa, semua suku, bahkan semua individu. Dan ketika perang besar antara Rama dan Dasamuka, Wibisana memilih membela kebenaran, tidak peduli yang dihadapinya adalah Kakak, saudara setanah airnya.

Kumbakarna, sang Kakak, yang memiliki kebiasaan tidur dalam waktu yang lama, memilih membela tanah airnya. Baginya, bukan masalah benar atau salah, namun soal harga diri bangsa. Dan dia memilih mendampingi Rahwana memerangi Rama.

Nilai yang dimiliki oleh setiap manusia berbeda dan itulah yang membuat dunia lebih berwarna. Penghormatan atas setiap perbedaan nilai adalah sebuah keniscayaan, meskipun kadangkala harus berakhir dengan saling tikam dan saling bunuh. Wibisana dan Kumbakarna adalah contoh sempurna untuk sebuah perbedaan dalam memandang sebuah hal, meskipun mereka terlahir dari rahim yang sama.

Wibisana maupun Kumbakarna tidak saling membenci karena perbedaan nilai, namun harus saling rela mati untuk memperjuangkan nilai yang dipilihnya. Pilihan atas sebuah nilai semestinya tidak sama sekali membuat kita membenci orang-orang yang berseberangan dalam pilihan nilai. Pilihan atas sebuah nilai semestinya membuat kita rela mati untuk pilihan itu, tanpa harus membunuh orang-orang yang berseberangan secara nilai. Pilihan atas sebuah nilai adalah perjuangan mempertahankannya dan bukan membenamkan pilihan nilai lainnya.

Ingin menjadi siapa engkau kawan? Menjadi seorang Wibisana dengan nilai kebenaran yang universal? atau menjadi seorang Kumbakarna dengan nilai cinta tanah air? Atau menjadi Durna (tokoh antagonis dalam Mahabarata versi Jawa) yang pandai menjilat, memfitnah atau memanfaatkan setiap kesempatan untuk kepentingan pribadi? Atau menjadi Bagong yang lucu dan lugu banget …

Silakan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: