Doa bagi Kita

Catatan #7 Perjalanan Umrah

Menjelang berangkat, saya pamit kepada seorang sahabat. Dia tidak menitipkan doa buat dirinya, namun justru menitipkan doa bagi kita semua. Doa agar setiap kita ditanamkan sikap istiqomah dan kejujuran, dan dihindarkan dari sifat-sifat yang tidak terpuji yang saat ini mulai mewabah di antara sekian pemimpin perusahaan kita. Kecenderungan untuk mencari jalan pintas dengan menghalalkan secara cara, yang bisa meruntuhkan sendi-sendi kejayaan perusahaan yang didalamnya puluhan ribu ummat muslim ada disana …

Ketika membaca pesannya, saya merasa sedih. Saya mungkin bukan pemimpin. Namun, sebagai bawahan saya menjadi bagian dari apa yang dia sebut sebagai kegiatan jalan pintas itu. Saya sangat sadar siapa saya …

Untuk itulah, dalam setiap kesempatan, saya berdoa sebagaimana yang dipesankannya. Sebagaimana doa yang sering kami baca ketika apel di unit saya.

Ya Allah
yang di TanganMu seluruh jiwa kami
tetapkan hati kami dan para pemimpin perusahaan kami
untuk berbisnis sesuai petunjukMu
serta jauhkan kami dari KemurkaanMu

doa yang setelah di Indonesia tetap kupanjatkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: