Spanduk Politik Lebaran

Ramadhan dan Lebaran kali ini terasa berbeda. Di sejumlah lokasi strategis, banyak dijumpai spanduk ucapan selamat berpuasa dan berlebaran. Biasanya juga memang seperti itu, tapi agak berbeda saja. Biasanya, spanduk dipasang oleh perusahaan-perusahaan sebagai bentuk kepedulian mereka bagi Umat Islam. Pasti juga dibarengi upaya promosi, karena Umat Islam adalah penduduk mayoritas di Indonesia, meskipun entahlah, jika dikaitkan dengan puasa.

Mengapa berbeda ? Spanduk Puasa dan Lebaran kali ini tidak saja dipasang oleh perusahaan terkemuka, penyedia jasa telekomunikasi yang terus berkompetisi, produsen rokok atau perusahaan lainnya. Spanduk Puasa dan Lebaran kali ini justru didominasi oleh Parpol peserta Pemilu 2009. Aha … baru nampak nih benang merahnya. Mereka ~para Parpol peserta Pemilu itu~ tengah juga mempromosikan diri untuk Pemilu mendatang. Tidak cuma Parpolnya, tapi juga para Calegnya. Tidak tanggung-tanggung! Ada ucapan menarik dengan mengutip ayat suci, hadits dan kata-kata bijak lainnya. Ada juga nama dengan dibubuhi tanda centang. Bahkan ada yang juga menyertakan foto diri, dan tentu saja atribut Parpol pendukungnya.

Salahkah ? Tidak, jika ini adalah upaya promosi dan komunikasi, karena menjadi Caleg memang terkait dengan bisnis dan tidak terlepas dari bisnis, meskipun bidang mereka adalah politik. Tidak salah, karena ini adalah sebuah keniscayaan. Bermanis-manis, berpatut-patut, bahkan sedikit muna, adalah sebuah keniscayaan dana berpolitik dan berbisnis. Sama sekali tidak salah. Tapi, sebodoh itukah kita?

Ke mana saja Parpol dan para Caleg ini dalam empat tahun ini ? Koq ndadak, di tahun menjelang Pemilu, ujug-ujug semuanya muncul dengan kesan yang paling indah, dengan sikap peduli yang paling simpati, dengan pesan akhlak yang paling karimah. Ke mana saja mereka selama ini ?

6 Komentar »

  1. Singal said

    semoga para caleg itu memang benar mengabdi untuk rakyat.

  2. D said

    Kita lihat segi positifnya aja mas,
    rakyat juga sekarang nggak sebodoh itu, langsung mau milih caleg yang spanduknya paling banyak atau paling guede. Banyakan golput. Tapi bukan karena ngikut gusdur loh… udah eneq duluan sama pilkadal.
    Tapi bisnis percetakan sudah jelas naik daun…

  3. Umat Islam adalah penduduk mayoritas di Indonesia… minimal muhammadiyah😛

  4. moumtaza said

    @singal : amin
    @D : ngaku aja deh, kalo pengagum berat Gus Dur
    @rindu langit : masih inget aja nih (Gus Dur lagi … Gus Dur lagi)

  5. davikoktavian said

    trend bagus, paling tidak ngurangin PR nya pemerintah untuk ngidupin sector informal, saatnya pesta bagi pembuat spanduk. kebagian order ga?🙂

  6. # MUHAMMAD SAID. S.Ag
    # CALEG DPR RI PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) DAPIL GRESIK – LAMONGAN
    # Sebelum semua terjadi, mari kita sama2 introspeksi akan kekurangan dan keterbatasan kita masing2. Jangan pernah merasa paling pinter apalagi merasa paling benar sendiri. Segala sesuatu butuh penyelesaian yang arif dan memberikan solusi jitu dan “kepuasan” bagi semua. kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT dan benar2 bekerja
    menjalankan amanat RAKYAT, bukan untuk kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ???? zaman telah berubah. tantangan dan Issue global harus dapat kita jawab secara ilmiah. Mari kita bangkit !!!!!
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin
    yang “pinter” tapi minteri. Percayalah !!! masih ada jalan, jangan pernah menyerah sebelum bertarung dan jangan pernah skeptis banget dengan orang yang masih mau peduli dan punya niatan baik untuk berjuang ditengah2 morat-maritnya mental dan moralitas. Kalau semua ogah dan tidak peduli….justru ini akan menjadi kesempatan empuk bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: