Generasi Republik Broadband

Beberapa hari lalu, Mas Edi manggil aku di gtalk dan kemudian memberi pesan singkat,

“Mas, kita lakukan penjurian virtual ya, untuk lomba karya tulis tentang hotspot”

“Boleh, tolong kirimkan makalahnya, ya”

“Oke”

Tidak berapa lama di shared file-ku ada data karya tulis yang mesti aku nilai bareng Mas Fino, Mas Dholy dan Mas Rendra, serta Mas Edi sendiri.

Esoknya, Mas Edi ngirim pesan lagi di gtalk untuk mendiskusikan mekanisme dan hasil penilaian. Aku yang telah membaca beberapa karya ngajak groupchat bareng. Dan terjadilah diskusi itu. Simple banget, aku meski tidak ditunjuk siapa-siapa mendaulat diri jadi moderator dan diskusi berjalan sangat lancar. Seandainya beberapa hal dapat dilakukan sesederhana ini mungkin kita tidak berlarut-larut untuk sekedar rapat. Kami telah cukup mengerti untuk hanya memperbincangkan, mendiskusikan hal-hal mendasar saja dan tidak berupaya melebar ke beberapa hal tidak penting lainnya. Mas Edi, mungkin karena demikian bahagia, menulis pesan sebelum diskusi berakhir,

“Terima kasih kawan-kawan, kita telah menunjukkan generasi republik broadband sebenarnya.”

Aku hanya tersenyum. Mungkin terlalu berlebihan, namun tidak juga. Kami telah memulai hal kecil untuk membangun Republik Broadband sebenarnya. Bekerja tanpa banyak cakap (karena memang menulis😛 ), dan menunjukan kerja yang sebenarnya. Mencoba untuk tidak berkutat dalam diskusi panjang yang melelahkan dan terkantuk-kantuk di dalamnya.

Esoknya, ketika nilai telah mulai terkumpul, kami kembali mengadakan groupchat dan menyepakati banyak hal penting, termasuk 10 besar yang akan kami peras menjadi 3 atau 5 besar saja. Karena sama-sama berada di Bekasi, termasuk aku yang biasanya ngendon di Purwakarta, kami akhirnya sepakat ketemu di Ratem dan kembali bekerja. Beberapa keahlian memanfaatkan komputer ditunjukkan dengan luar biasa. Mencoba mengenali sumber file asli untuk beberapa karya yang dianggap “sama” dari sekolah yang sama. Mencoba mengenali beberapa siswa yang hanya googling dan cropping sumber di internet. Juga mencoba mereka ulang pemahaman peserta terhadap karya yang dibuatnya. Akhirnya kami berhasil memutuskan 10 besar itu setelah lewat jam 20. Saat itu juga kami mencoba menghubungi peserta satu persatu untuk diwawancara esok harinya antara pukul 14.00-16.00 melalui telepon. Tidak semuanya berhasil kami hubungi, karena beberapa peserta justru telah tidur pada pukul segitu.

Itu dulu. Namun saya ingin mengakhiri catatan ini dengan kembali mengutip pesan Mas Edi,
kita telah menunjukkan generasi republik broadband sebenarnya. Sekali lagi, mungkin berlebihan. Namun, saya tidak menganggapnya demikian. Sebuah hal besar justru dimulai dari hal-hal kecil semacam ini. Di catatan mendatang, saya akan menulis tentang betapa anak-anak itu demikian luar biasa. Kita? Saya tidak tahu, berapa banyak di antara kita yang pernah menggunakan internet. Berapa banyak di antara kita yang rajin membuka dan mengirim e-mail. Berapa banyak di antara kita yang telah memanfaatkan internet sebagai pendukung tugas mereka. Ah, saya jadi inget tulisan Mas Sabri (Pasabri Pesti – GM TELKOM Bogor) diblognya tentang pentingnya karyawan untuk membuat blog. Dia menulis Employee Go Blog, judul yang menarik perhatian untuk dibaca.

Kita? Entah tengah berada di mana?

2 Komentar »

  1. D said

    *kita? loe aja kalik, gue kagak :P*

    aku udah go blog kan nah itu udah nyampe milestone brapa % dari total mileage generasi republic of broadband? apa ciri2 spesifik generasi ini?

  2. dualcrew said

    Makasih🙂 oiy, Flexter itu buat pengguna flexi ya?

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: