Protes

Zakya, lengkapnya Fajrya Zakya Moumtaza, putri bungsuku sakit. Anak 5,5 tahun yang biasanya aktif dan cenderung cerewet itu tiba-tiba batuk, pilek dan badannya hangat. Dia memilih tiduran di depan TV dan diam. Makan yang biasanya harus tepat waktu : pagi pas sebelum berangkat sekolah, siang pas habis sholat dhuhur dan aku sempet pulang ke rumah, serta malam usai sholat maghrib, belum lagi selingan makan di rumah Neneknya atau baso yang lewat, hari itu nampak tidak diminatinya. Hanya beberapa kali minta bubur dan kemudian usai kubelikan pun tidak disentuhnya.

Rumah memang jadi rada sepi, sejak ia sakit. Dia biasanya cerewet memintaku mengantar sekolah sekalian berangkat kantor, kalau dia masuk pagi. Oh ya, dia sekolah di TQ IQRO (nol besar Ta’limul Quran, keren ya namanya, padahal TK TK juga). Kalau pas bisa istirahat pulang (dan biasanya bisa), dia menyambutku di pintu untuk segera makan siang. Bahkan seringkali dia ngebel make Flexinya, kalo aku agak telat, “Pa, pulang nggak, Kia lapar”, rengeknya. Pun, kalo maghrib sudah lewat, aku belum juga pulang, dia akan ngebel lagi, dengan rengekan yang sama.

Aku memang lebih suka pulang kantor lewat maghrib dan menyempatkan sholat jamaah maghrib dengan kawan-kawan yang masih setia bekerja hingga lewat maghrib. AM, sang kepala kantor, biasanya yang paling lambat pulang, selalu lewat di atas jam 9 atau 10 malam. Aku, biasanya menjelang isya dan melanjutkannya di rumah. Kan, dah ada Speedy dan akses internal TELKOM tetap bisa jalan make ive atau w3. Jadi, gak masalah benar.

Intinya sih memang ingin tetap mendampingi anak-anak belajar. Zulfa yang sudah kelas 3, mulai bedegong dan males belajar. Mamanya mesti berkali-kali teriak atau mataku yang melotot untuk mengembalikannya ke meja belajar. Kya, sebelum maghrib sempet belajar sama guru privat dan malamnya gangguin Mamanya untuk menemaninya belajar menggambar atau mewarnai.

Dan hari-hari ini, semuanya hilang. Kya sakit dan lebih suka tiduran di depan TV. Namun, malam itu, tiba-tiba dia teriak, “Pa, sini atuh temenin adek. Laptop mulu. Di kantor laptop, di rumah laptop”. Itu saja, tapi sempet membuat aku sadar, dia tengah protes. Aku langsung tutup laptop dan memeluknya erat. Bener, badannya masih agak hangat, meski kemarin Mamanya dah sempet mengantarnya ke dokter.

3 Komentar »

  1. davikoktavian said

    Cinta memang butuh pengorbanan.., andai ini terjadi pada saya, maaf, saya akan tetap memeluk anak saya, karena saya begitu yakin, saya tidak akan punya banyak waktu untuk bersama mereka selalu. dan waktu tak kan pernah bisa aku rengkuh kembali, meski hanya sedetik pun.. so, selagi bisa mas..

  2. moumtaza said

    makasih, Bang. Itu pula yang coba kutata ulang …

  3. […] hari di pekan lalu, kami, aku dan Mama Kya sibuk menyiapkan Zakya, Si Cerewet yang sering banget protes, untuk masuk SD. Usai sakit beberapa hari lalu, yang membuat kami kehilangan keceriaannya, beberapa […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: