Bekerja dengan Cinta (2)

Tahukah Anda, apa yang membuat Anda bekerja hingga jauh malam dan meninggalkan kesempatan bercengkrama dengan istri yang cantik dan anak-anak yang lucu? Tahukah juga Anda, apa yang membuat seorang petani terus saja membenamkan kakinya di lumpur sampah, mencangkul dengan seluruh tenaga dan tak bosan menyemai benih? Tahukah juga Anda, apa yang membuat seorang nelayan berhari-hari terapung di tengah laut dan diambingkan badai dan hujan deras? Tahukah Anda juga, apa yang membuat jutaan pekerja keras lainnya memilih tetap bekerja dengan penuh semangat tanpa keluh kesah, dengan kekuatan fisik yang luar biasa, bahkan dengan ketangguhan mental yang mumpuni. Sementara, tahukah Anda juga, mengapa di sudut-sudut sempit ruang kerja, di antara tumpukan berkas, beberapa orang memilih memaki dalam hati, menyusut peluh kesal, mengeluhkan persoalan yang sangat remeh?

Saya, bagian kecil pekerja yang lebih suka berkeluh kesah itu, tidak menemukan jawaban lain kecuali cinta. Ya, hanya cinta yang memungkinkan seseorang tetap bertahan untuk bekerja sangat keras. Hanya cinta yang membuat karyawan rela berjam malam di kantor, petani terus bergulat lumpur, deras hujan dan terik panas, nelayan mengarungi laut hingga ke ujung laut yang lain, bahkan nenek tua terus menyapu jalanan.

Cinta yang memberi kita nafas kehidupan. Cinta yang memberi kita tujuh lapis baja semangat. Cinta yang membuat Kahlil Gibran dikenang sepanjang hidup dan matinya. Cinta yang mampu membuat, bukan saja tujuh keajaiban dunia, namun jutaan keajaiban yang tak terkata.

Dan jika Anda tak memilikinya, seperti juga saya, kenanglah kembali petani, nelayan, karyawan kantor, nenek penyapu jalan dan siapapun yang mempersembahkan hidupnya dan karyanya untuk cinta. Atau, sebaiknya Anda memilih berdiri di gapura candi dan menerima derma dari orang-orang yang bekerja dengan cinta*).

——

*) dipetik dari Sang Nabi, Kahlil Gibran

4 Komentar »

  1. davikoktavian said

    juga karena cinta, aku nge’longokin blog mu apakah ada yg baru ditiap harinya🙂

  2. febri said

    film ayat2 cinta bagus.trus pesannya jg dapat.
    cuman yg sy gk suka knp harus poligami gtu loh…

  3. febri said

    film ayat2 cinta bagus.trus pesannya jg dapat.
    cuman yg sy gk suka knp harus poligami gtu loh…
    knp???

  4. […] Mei 2008 in Artikel, Smara Karya Ketika aku menulis Bekerja dengan Cinta (2), aku hanya memandang kekuatan cinta yang membuat kita rela bersusah payah untuk terus bekerja […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: