Tetaplah Bekerja

Ketika seluruh orang larut dalam keputusasaan atas penghargaan dan ucapan terima kasih, tetaplah bekerja. Bekerjalah dengan cinta, karena ia yang akan memberimu tujuh semangat, tak peduli penghargaan dan ribuan kata terima kasih tak pernah terucap.

Ketika seluruh orang luruh dalam keletihan usai kerja yang garang, tetaplah bekerja. Bekerjalah melalui istirah dan helaan nafas kelegaan, karena setiap matahari yang bersinar hari ini, beranjak dan kembali ke peraduannya juga. Atau bekerjalah melalui senandung lagu dan petikan kecapi, atau melalui puisi dan ketoprak humor, sambil tersenyum.

Ketika seluruh orang bertempur dalam pengkhianatan, saling hunus dalam perebutan jabatan, saling berpanjang lidah untuk penghargaan, tetaplah bekerja. Bekerjalah melalui ketulusan dan keramahan serta kelegaan menerima segala. Dan bekerjalah juga melalui doa dan kesabaran, karena dia menjadi perantara pertolongan Tuhan.

Dan di ujung waktu, ketika seluruh karya dan ikhtiar telah dipersembahkan, yakinlah hanya memang hanya itu yang dapat dipersembahkan. Satu-satunya. Karena memang itulah tugas kita : bekerja dengan ikhtiar yang sempurna. Berhasil atau gagal, tercapai atau terpuruk di nadir waktu, adalah takdir yang tak terjangkau oleh ketidaksempurnaan kita. Dia berada di ujung setiap ikhtiar kita, di setiap kerja keras kita, di setiap untaian doa kita, di setiap benih kesabaran yang kita semai di ladang jiwa, di setiap bata keikhlasan yang kita susun.

Maka, ketika seluruh kegagalan menimpa kita, usai seluruh karya, tetaplah bekerja, dengan cinta, dengan senyum ketulusan dan nafas kelegaan, dengan senandung lagu dan panjat doa …

Duhai, sahabat ijinkan aku belajar itu semua darimu …

1 Komentar »

  1. […] bukanlah yang utama. Saya meyakini benar, bahwa taqdir berada di ujung tiap ikhtiar kita (lihat : Tetaplah Bekerja). Karenanya, keberhasilan dan ketidakberhasilan bukanlah urusan kita. Namun, saya juga meyakini, […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: