Kita Berbeda, (tapi) Kita Bersaudara

Saya lupa, kapan tepatnya. Tapi saya ingat ketika melihat Di Balik Layar : Nagabonar (jadi) 2 yang disiarkan SCTV. Bukan filmnya benar yang menarik perhatian saya, karena pastinya memang menarik. Ada nama DM, (Deddy Mizwar, idola saya dalam seni peran) yang menjamin menariknya film ini. Hal yang justru menarik perhatian saya adalah kata-kata DM ketika ditanya latar belakang NB 2 ini dibuat. DM menyebut kekhawatirannya akan kondisi bangsa ini, yakni perbedaan yang dibangun sebagai hambatan.

Siapapun tahu, perbedaan adalah keniscayaan. Allah menciptakan setiap makhluknya dengan potensi perbedaan, bahkan terhadap dua anak kembar sekalipun. Al Ghozali menyebut, tidak pernah ada perulangan, karena Allah tidak mengulang penciptaannya. Jika pun seolah berulang, maka sebenarnya tidak. Karena itulah, kita memang diciptakan berbeda. Berbeda dalam segala hal, tidak saja fisik, namun (terutama) juga secara mental.

Jika memang kita ditakdirkan berbeda, maka biarlah itulah terjadi. Kembali menyitir DM, perbedaan tidak boleh kita bangun sebagai hambatan untuk bersatu, untuk bekerja bersama. Bukankah segalanya mungkin, jika kita kerjakan bersama ? Jika kita membangun perbedaan yang kita miliki sebagai hambatan, maka segalanya menjadi tidak mungkin. Sebuah mercu suar yang memancarkan cahaya di tengah laut yang gulita dibangun atas perbedaan tiap unsur pembangunnya. Air yang cair, semen yang melekat, pasir yang padat namun kecil dan bebatuan yang padat namun besar, membentuk menara yang agung di lautan luas. Dan pendar cahaya lampu di tengah membentuk kesempurnaan bangunan mercu suar itu, menjadi arah bagi perahu kita ke arah dermaga.

Hal yang mesti kita bangun untuk tujuan itu, adalah membangun kesadaran, bahwa kita berbeda, namun kita bersaudara. Perbedaan yang merupakan keniscayaan harus menjadi pelekat atas persaudaraan yang kita bangun untuk sebuah cita-cita. Mari kita bangun perbedaan menjadi kekuatan, seperti halnya air, pasir, semen dan batu membangun mercu suar yang kokoh. Dan bukan sebaliknya, kita bersaudara, namun kita berbeda …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: