Mengais Keniscayaan

Ini catatan tentang wajah sebuah negeri. Catatan yang ditulis di lelangit biru yang dicabik awan-awan gelap. Tak lagi putih laksana kapas! Ini catatan tentang wajah sebuah negeri. Hanya sebuah catatan kecil yang bahkan nyaris tak terbaca. Guratannya seperti guratan di atas pasir pantai yang lantas pudar didera ombak.

Ini catatan tentang anak-anak kita yang harus membolos sekolah atau menyisihkan waktu tidur siang untuk sebuah keniscayaan yang mesti ditempuh, dijalani, meski kadang tidak mereka pahami.

catatan_011.jpg

Matahari telah sangat tinggi. Sinarnya seperti memanggang kulit dan mengelupaskan arinya. Anak-anak itu memilih menceburkan diri di kolam yang mulai kering karena kemarau untuk mengais ikan. Ini bukan soal kesenangan yang bisa jadi mereka nikmati. Ini bukan soal keriuhrendahan yang memang mereka dambakan.

catatan_021.jpg

Tapi ini tentang keniscayaan yang harus mereka jalani. Ikan-ikan yang mereka tangkap itu adalah lauk makan siang mereka! Lumayan, meski kecil dan berbau tanah, bahkan comberan (karena kolam itu juga muara beberapa produk rumah tangga). Masih lebih nikmat dari pada sekedar nasi bercampur garam …

catatan_031.jpg

Bagi mereka, hidup adalah tanpa warna. Hanya hitam putih saja, hanya makan atau tidak makan saja. Maka, ketika bermain di kolam penuh lumpur adalah sedikit cara (jika tidak dapat disebut satu-satunya cara) untuk sekedar bermewah makan, mereka tetap saja ceria …

Ini catatan tentang wajah sebuah negeri. Catatan yang ditulis di lelangit biru yang dicabik awan-awan gelap. Tak lagi putih laksana kapas!

3 Komentar »

  1. Fino Arfiantono said

    warna melukiskan emosi. warna hati adalah semburat emosi jiwa. entahlah apa warna di hati mereka. mungkin hitam putih, mungkin biru, mungkin jingga, atau bahkan ungu. biru mereka berbeda dengan biru kita, ungu mereka berbeda dengan ungu kita. apapun warna mereka, semoga mereka tetap bahagia.. semoga kita pun tetap bahagia. terimakasih atas blog yang indah ini.๐Ÿ™‚

  2. moumtaza said

    syukron, Mas …

  3. wiro said

    Hitam putih dlm seni rupa merupakan warna dasar selain yang tiga warna lainnya yaitu merah, kuning dan biru. Ketiga komponen warna tsb jika kita campur akan menghasilkan warna-warna indah yang lain dan dari warna-warna indah tsb jika semuanya kita campur akan kembali menghasilkan warna putih. Begitulah akhirnya semua akan kembali ke asalnya, atau mungkin juga warna hitam putih tsb mencerminkan benar atau salah, baik atau buruk yang kesemuanya kembali kepada kita sbg pilihan dlm hidup ini.๐Ÿ™‚

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: