Malam tadi, aku keluar untuk nyari makanan bareng duo Moumtaza. Mamanya memang belum dapat berdiri lama untuk memasak buat kami. Jadilah kami beli mie goreng dan capcay. Usai mengirimkan SMS selamat jalan bagi seorang sahabat yang telah pergi teramat jauh, kami didatangi seorang pengamen waria. Zakya sampai melongo melihatnya. Kakaknya diam saja. Kepada Zakya kutitipkan [...]
Archive for the 'Smara Karya' Category
Mereka lebih Mulia
17 April 2009Berani Kerja Berani Capek
27 Agustus 2008Saya tertarik dengan sebuah tagline produk suplemen : Berani Kerja Berani Capek. Iklan versi televisi produk itu memang menggambarkan dengan tepat bagaimana semestinya kita bekerja. Melelahkan, membuat lemas, letih dan pada akhirnya kita butuh suplemen untuk tetap bekerja dengan semangat. Sayangnya, iklan itu hanya melihat bekerja sebagai aktifitas fisik semata. Tapi, ga salah-salah amat sih, [...]
Pulang Malam, Mengapa?
25 Mei 2008Ketika aku menulis Bekerja dengan Cinta (2), aku hanya memandang kekuatan cinta yang membuat kita rela bersusah payah untuk terus bekerja hingga jauh malam. Namun kemudian aku menemukan alasan lain, meskipun alasan itu tidak dapat berdiri sendiri. Alasan itu adalah ~maaf~ ketidakmampuan.
Mengapa? Pertama, karena seseorang tidak mampu mengelola waktunya. Waktu yang 24 jam sehari tidak mampu [...]
Kehilangan Tongkat
20 Mei 2008Motivasi adalah tongkat. Ketika kita dalam perjalanan, tongkat bukan saja berguna untuk penunjuk arah ketika kegelapan menyergap, namun juga penyangga ketika keletihan mendera.
Hari ini, beberapa di antara kita (sekali lagi nih, takut didahuluin Mas Hary, kita? lu aja kalee, gua kagak) telah kehilangan tongkat itu. Di luar alasan ibadah, maka motivasi utama kerja kita adalah [...]
Manajemen Waktu
20 Mei 2008Setiap manusia diberi Allah banyak hal yang sama. Salah satunya adalah diberikanNya waktu bagi manusia : 24 jam dalam satu hari. Semua sama. Manusia-manusia luar biasa yang mengubah wajah dunia menjadi seperti hari ini pun diberikan waktu yang sama : 24 jam dalam satu hari. Muhammad (SAW), manusia yang tercatat sebagai urutan pertama dalam buku [...]
