10.000
Pagi ini, begitu kuakses moumtaza, di statistik blog tertera angka 10.000 hits. Pas banget. Padahal aku dah login, jadi itu bukan aksesku, karena hit counter tidak menghitung aksesku setelah login.
Saya tidak tahu benar, jumlah itu banyak atau sedikit. Tapi, saya bahagia melihatnya. moumtaza, yang lahir sebagai cita-cita untuk tetap menulis. Lahir dari bianglala : karena hidup demikian berwarna di akses internal yang karena pedasnya membuat seorang sahabat mempertanyakan perannya dan saya memutuskan untuk menutupnya saja. Dan ketika kemudian menjadi moumtaza, semangat itu semoga tidak berkurang. Bukan semangat untuk menulis dengan pedas, kritik yang menggelitik, namun sekedar tetap menulis saja dan mencoba mencatat setiap peristiwa ~seringkali remeh dan tidak berarti~ dalam bagian catatan dari puncak keindahan.
Terima kasih untuk seluruh kawan, sahabat, saudara yang berkenan menengok dan membacanya, bahkan memberikan komentar. Terima kasih untuk kawan, sahabat, saudara yang lewat moumtaza ini juga atau japri memberikan semangat untuk tetap menulis. Selebihnya, semoga berarti saja.
Pertanyaan besarnya adalah : adakah moumtaza telah cukup berarti? memberi warna berbeda dan beragam pada kehidupan (cie …) atau sekedar seperti percikan air dingin ketika udara justru tengah teramat terik. Berasa sebentar, dan usai itu hilang …

21 Oktober 2008 at 11:11 am
luarbiasa.., teruslah berbagi karena cuma itu yang membuat hidup kian berarti. selamat ya kang..salam.
26 Oktober 2008 at 7:47 pm
Saya mapir saja dulu alias Kulo nuwun
1 November 2008 at 7:24 am
Selamat dengan 10.000 nya, semoga berarti telah menebar kebaikan ke 10.000….Salam