Kya Lihat Jin – 01

Ahad (08/06) ini ada yang istimewa di kampungku Sukarata, Cipaisan. Ada anak yang habis kencing di sebuah jembatan di balong deket rumah, tiba-tiba kemaluannya (seolah-olah) telah dihitan. Kabarnya cepat nyebar, karena berita semacam ini memang asyik untuk diceritaulangkan. Apalagi sumbernya shahih, Pak RT yang jadi saksi pertama, kemaluan anak itu (seolah-olah) sudah dihitan. Pak RT, karena gak percaya, sempat menarik kulit penutup (wah nggambarinnya agak repot nih, moga-moga ngerti), tapi tetep gak berhasil. Pak RT kemudian mengantarkan anak itu kepada orang pintar dan beliau memastikan, anak itu memang telah dihitan oleh Jin.

Kya, si cerewetku itu, cepet-cepet membanting sepedanya begitu mendengar berita itu. Bareng neneknya, dia nengok dan memastikan berita heboh yang dia denger. Dalam perjalanan pulang, dia sempet ngomong ke neneknya, bahwa dia tahu siapa yang telah nyunat anak itu. Orangnya gendut (dengan kurang ajar dia nyamain dengan Papanya :( ), make celana pendek merah, tanpa baju dan tutup kepala merah, berjalan ke arah jalan besar. (Orang yang digambarkannya rasanya tidak mungkin lewat di kampungku, kecuali orang gila). Neneknya tentu saja tidak menggubrisnya.

Namun, ketika kepada beberapa orang, dia mengaku hal yang sama, aku mulai khawatir. Benarkah dia memang bisa melihat jin. Tadinya, kupikir dia berhayal dan berbohong. Neneknya juga. Aku menjadi khawatir justru karena ketika umur 3 tahunan, dia memang sempet melihat *sesuatu*. Dan ketika, kurukyah mandiri, dia marah dan menggigit tanganku. Alhamdulillah, usai itu, semuanya baik-baik saja, hingga kudenger cerita dia itu.

Akhirnya, bada maghrib dan menjelang tidur kubacakan lagi al ma’tsurat. Moga-moga agak tenang dia, karena dia mulai ketakutan dan tidurnya pengin bareng papa dan mamanya (ganggu banget kan? hm hm hm). Malam ini, ketika aku nulis ini, dia udah tidur dengan tenang.

Tapi, ada yang menarik soal anak yang dihitan jin itu. Karena orang tuanya khawatir, anak itu dibawa ke dokter (spesialis) hitan. Oleh dokter itu, kemaluan anak itu diberi salep, dan ajaibnya, kemaluannya kembali ke posisi semula : belum terhitan. Dan jadinya, malam itu juga, anak itu dihitan.

(bersambung)

Explore posts in the same categories: Buah Hati

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

3 Comments on “Kya Lihat Jin – 01”

  1. rindu langit Says:

    hmm…kalo saya dolo yang nyunat sapa ya..

  2. arimurti.com Says:

    Wah, webnya sangat informatif. Thanks

    Regards,

    Arimurti.com


  3. agaknya memang anak itu belum terkhitan, hanya kulup nya tertari kebawah… pasti ada penjelasan logis dan ilmiah untuk masalah ini….. kalo bisa di khitan gaib gini bisa2 dokter Ajat gak laku dong….

    Salam dari sesama warga purwakarta


Comment: