Anak-anak Luar Biasa

Mereka anak-anak luar biasa. Mereka memanfaatkan benar waktu yang dianugerahkan Tuhan untuk terus belajar, bahkan di usia yang masih sangat muda. Mereka memanfaatkan benar fasilitas yang dititipkan orang tua mereka untuk meningkatkan wawasan mereka. Mereka menggunakan benar teknologi yang berkembang dengan pesat bagi keunggulan pribadi mereka.

Anak-anak itu memang luar biasa. Mereka adalah sepuluh anak yang karya tulisnya tentang TELKOM Hotspot menarik perhatian juri untuk digali lebih dalam. Dan pilihan kami benar adanya, anak-anak itu memang luar biasa.

Anak pertama, seorang anak yang mestinya masih berada di kelas dua SMP, namun karena kecerdasannya diberi kesempatan untuk mengikuti kelas akselerasi dan memang pantas. Ketika kami menyapanya, dia membalas dengan kepercayaan diri seorang mahasiswa tingkat akhir dalam sebuah sidang pendadaran. Ketika kami menanyainya, dia menjawab dengan kelugasan seorang anak, namun dengan wawasan yang mumpuni, bahkan untuk diperbandingkan dengan kami, sang juri. Ketika kami mengujinya tentang sebuah istilah, dia menjawabnya tidak saja dengan definisi, namun juga dengan komentarnya yang brilliant. Bahkan dengan sangat berani mengkritisi guru-gurunya.

Anak kedua, masih anak SMP juga, telah menyusun karya tulisnya dengan survey sederhana namun cerdas. Mengunjungi dan menanyai seorang manajer sebuah resto dan cafe. Keberanian yang luar biasa untuk anak wanita yang masih sangat belia.

Anak ketiga, anak SMA, menyusun data karya tulisnya dengan membuat survey luar biasa : mengamati ketersediaan internet si beberapa sekolah, menanyai siswanya, bahkan memberikan kesimpulan yang matang.

Anak keempat, anak SMA, menanyai beberapa sumber secara langsung dan memberikan kesimpulan dampak internet, bahkan untuk beberapa hal yang tidak terbayangkan. Hal yang paling luar biasa, dia memahami benar posisi TELKOM di percaturan bisnis nasional dan mengaitkannya dengan nasionalisme.,

Anak kelima, anak SMA, menanyai beberapa sumber dan menyimpulkan : internet sangat mengasyikkan, bahkan untuk belajar. Luar biasa bukan?

Mas Dhori yang kuceritakan usai sholat maghrib berjamaah di masjid Ratem bilang,

“Kita jadikan mereka duta, Mas …”

About these ads

5 Komentar »

  1. davik oktavian said

    kang, ide menarik, ntar saya copy ya program nya. biar di kampung, idenya ga kampungan :)

  2. [...] Note : Ulasan Tentang Para Pemenang di Blog Milik Mas Moumtaza [...]

  3. Bheri said

    akur…
    idenya menarik sekali, boleh juga nih dicoba di kota saya…
    kapan-kapan akan saya coba deh, boleh yak…

  4. anak anak luar biasa seperti itu harus di expose kang…
    alangkah baiknya untuk setiap acara positif didukung oleh media informasi cetak maupun elektronik, sehingga tidak hanya para blogger saja yang tahu tapi saudara2 kita dikampung yang hanya berkesempatan mendapat informasi lewat radio dan televisi bisa turut berbangga hati dengan anak-anak luar biasa ini.

    lewat Jatiluhur TV atau Radio-radio swasta di purwakarta…

    Terima kasih

  5. abie said

    anak luar biasa seperti itu harus di berdayakan, apalagi untuk kepentingan semua.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: