<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ulat</title>
	<atom:link href="http://moumtaza.wordpress.com/2008/02/07/ulat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moumtaza.wordpress.com/2008/02/07/ulat/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 12:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ferryandy</title>
		<link>http://moumtaza.wordpress.com/2008/02/07/ulat/#comment-171</link>
		<dc:creator>Ferryandy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 09:02:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moumtaza.wordpress.com/?p=115#comment-171</guid>
		<description>Kupu-kupu memang terlhat menjijikan, tapi jangan lihat dari menjijikannya, Lihat perjuangannya dari untuk menjadi sesuatu yg cantik dan menyanangkan proses nya cukup lama untuk mencapai tujuannya itu ulat harus rela matisuri menjadi kpompong dan akhirnya dia bisa merubah pendirian yg membecinya kini menjadi menyukainya yaitu menjadi kupu-kupu, itulah philosophi  ulat &amp; kupu-kupu... betul bapak tadi yg menginatkan anaknya pada kupu-kupu sehingga si anak menjadi mengurungkan niatnya untuk membunuh ulat tadi, kalo manusia mengambil contoh dari kehidupan Kupu-kupu pasti akan banyak yg berhasil melewati kesusahan dan rasa hina yg melekat pada dirinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kupu-kupu memang terlhat menjijikan, tapi jangan lihat dari menjijikannya, Lihat perjuangannya dari untuk menjadi sesuatu yg cantik dan menyanangkan proses nya cukup lama untuk mencapai tujuannya itu ulat harus rela matisuri menjadi kpompong dan akhirnya dia bisa merubah pendirian yg membecinya kini menjadi menyukainya yaitu menjadi kupu-kupu, itulah philosophi  ulat &amp; kupu-kupu&#8230; betul bapak tadi yg menginatkan anaknya pada kupu-kupu sehingga si anak menjadi mengurungkan niatnya untuk membunuh ulat tadi, kalo manusia mengambil contoh dari kehidupan Kupu-kupu pasti akan banyak yg berhasil melewati kesusahan dan rasa hina yg melekat pada dirinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
