Sya’ban hingga Syawal
1. tentang senja akhir sya’ban
senja itu pecah
langit memendar dalam kuningjinggamerah cahya
pendarnya membias di cabikancabikan mega
seperti tengah melukisi langit
namun debu betebaran di jagad nafas
kemarau panjang merentang
membiarkan panas hawa
memeras jiwa manusia
senja akhir sya’ban datang juga
hitungan bulannya telah sempurna
karena hilal yang dinanti di bilangan duapuluhsembilan
tak kunjung mewujud
lantas terbayang sempurna
seluruh dosa diri di sebelas purnama berlalu
dosa pandangi dunia dengan penuh nafsu
dosa dengarkan laksaan berita dusta dan cela
dosa ucapkan jutaan kata keji
dosa genggam tangan
dosa langkah tanpa arah
2. tentang doa di akhir sya’ban
duhai Allah
empunya seluruh hitungan waktu
detik
menit
jam
hari
bulan
tahun
abad
bahkan hitungan tak berbatas manusia
berkahi kami di akhir sya’ban
di bulan RasulMu yang mulia
dan sampaikan kami
sampaikan kami di ramadlan yang mahamulia
ampuni kami duhai Allah
atas dosa yang menggelembungkan kami dalam pekat jiwa
dan sucikan hati kami
memasuki ramadlanMu
yang penuh rahmah dan maghfirah
dan janji pembebasan dari panasnya neraka
3. tentang awal ramadlan
langit telah benarbenar gelap
hitamnya pekat tanpa rembulan
namun jutaan bintang betebaran di samudra langit
ramadlan telah datang
lengkap dengan segala tradisinya
beduk masjid yang ditabuh bertalutalu
anakanak yang gembira berangkat ke masjid
main petasan dan kembang api
remajaremaja yang diamdiam saling mencuri pandang
ibuibu yang tetap saja setia dengan dapurnya
duhai Allah
terima kasih untuk telah menyampaikan kami
pada ramadlanMu yang agung
selamatkan kami dari ramadlan
selamatkan ramadlan dari kami
4. tentang doa ramadlan
duhai Allah
kami bersaksi, bahwa tak ada ilaah
tak ada yang kucinta
tak ada yang kudamba
tak ada sempurna
selain Engkau
duhai Allah
duhai Allah
betapa dosa kami teramat banyaknya
seperti buih di antara ombak
seperti butiran pasir di sisian laut
seperti gugusan awan di langit ketika mendung
ampuni kami
duhai Allah
duhai Allah
surgaMu berbata emas dan perak
keindahannya tak pernah tertangkap jemari mata
harumnya tak pernah tercium manusia
kenikmatannya tak pernah terbayang di kembara liar manusia
anugerahkan surgaMu pada kami
duhai Allah
duhai Allah
nerakaMu dibahanbakari oleh iblis dan manusia
panasnya berlipat
siksanya dahsyat
aaaaahhhhh tak terbayang
jauhkan dari kami
duhai Allah
5. tentang qiyam lail
malam
ketika langit dipenuhi gemintang
ketika hujan yang dinanti tak kunjung meluruh bumi
ketika detak jam membagi malam
berdiri tegak
di sudut sajadah
ayatayat dibacakan usai alfatihah
ruku di persendian hati
i’tidal menyanjung Allah
dan memanjangkan sujud mengurai beratnya beban dosa
qiyam mengambang
di antara doadoa yang terpanjat panjang
dan air mata yang jatuh di ujung sajadah
semoga menjelma butiran intan permata di surga kelak
atau menjadi air bah yang memadamkan api neraka
6. tentang tadarus jiwa
quran
adalah surat cinta Sang Khaliq
Sang Empunya Mahacinta
dan tadarus
adalah ketika seorang pecinta
membaca surat kekasihnya
sepenuh rindu
sepenuh cinta
7. tentang lailatul qadr
malam itu
segala kemuliaan dianugerahkan Allah
malam itu
segala ketetapan diputuskan Allah
malam itu
bumi seluas ini menjadi sempit
oleh jutaan malaikah dengan ribuan pasang sayap kemuliaan
berebut berbagi salaam
hingga fajar menjelang
8. tentang akhir ramadlan
hilal syawal tak tampak di penghujung ramadlan
namun beda itu tetap saja ada
menggurat sebagai rahmah
hilal syawal tak tampak di penghujung ramadlan
namun air mata telah pecah
di ujung sajadah basah
rabbana
sungguh jiwa telah dzalimi diri,
maka jika tak Kau anugerahi maghfirah
atau tak Kau himpunkan rahmah
sungguh kami teramat merugi
9. tentang syawal
langit pagi pecah
matahari memercik dalam hangat cahya
Allahu Akbar – Allahu Akbar – Allahu Akbar
Tags: idul fitri, puasa, Ramadhan, shaum, sya'ban, syawal
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.